Faktor Penentu Harga Sewa Properti

30-05-16 | Menyewakan Properti

Bisnis sewa-menyewa properti memang merupakan salah satu bisnis paling menarik. Selain mendapatkan untung dari kenaikan harga properti itu sendiri, Anda juga mendapatkan untung dari sewa properti. Ada baiknya Anda mengetahui cara menentukan harga sewa yang tepat. Pasalnya, properti tidak akan laku jika dipatok dengan harga sewa terlalu tinggi. Di sisi lain, Anda sebagai investor akan rugi jika mematok harga sewa terlalu rendah.  

Dengan strategi dan teknik yang benar, Anda bisa menentukan harga sewa yang pas dan saling menguntungkan bagi Anda dan penyewa.

1. Melihat properti sejenis yang disewakan disekitar anda untuk membandingkan dan menentukan harga yang pantas. 

2. Sesuaikan dengan fasilitas properti anda. Fasilitas setiap properti berbeda-beda mempengaruhi biaya sewa.

3. Lokasi properti menjadi faktor penting. Lokasi strategis mempunyai nilai sewa lebih tinggi.  

4. Masa Sewa. Masa sewa yang lama (tahunan) biasanya lebih murah dibanding masa sewa bulanan. 

5. Penentuan harga sewa berdasarkan harga properti. 

    Rumus menghitung harga sewa properti adalah:

     Harga sewa (Rp)/Tahun = Harga Properti x Capital Rate (%)

Dalam sektor properti, dikenal istilah yield. Yield adalah keuntungan yang dihitung dari nilai sewa per tahun dibandingkan dengan harga properti.

Sebagai pedoman investasi, berikut ini kisaran yield per tahun untuk beberapa produk properti.

Tanah Kosong : 0,5 persen - 2 persen

Rumah Sewa : 3 persen - 5 persen

Rumah Kos : 5 persen - 7 persen

Ruko dan Rukan : 6,5 – 9persen

Apartemen : 7 persen - 12 persen

Kios – dan Toko : 5 persen - 10 persen

Ruang Perkantoran : 7 persen - 10 persen

Jadi metode perhitungan sederhananya seperti ini. Bila harga jual sebuah rumah adalah Rp1 miliar maka nilai sewa wajarnya berkisar antara Rp30 juta hingga Rp50 juta.

]