Mengenal Jenis KPR dan Jenis Pendanaan KPR

26-05-16 | Membeli Properti

Kredit Pemilikan Rumah atau disebut KPR adalah suatu fasilitas kredit yang diberikan oleh perbankan kepada nasabah perorangan yang akan  membeli rumah atau untuk kebutuhan merenovasi rumah, dengan jaminan / agunan berupa rumah. 

Setelah pengajuan, pihak bank akan melakukan simulasi KPR. Simulasi KPR adalah gambaran proses mengenai kredit rumah yang wajib dilakukan oleh nasabah yang akan membeli rumah dengan sistem KPR. Simulasi ini hanya menyangkut pihak pemberi KPR atau bank dengan pihak yang mengajukan KPR atau pembeli rumah. Pihak penjual rumah atau developer tidak bersangkutan dalam hal ini. Langkah selanjutnya pembeli juga harus mengetahui jenis-jenis KPR agar dapat memilih jenis mana yang paling cocok.

1.  KPR konvensional. KPR ini paling banyak diketahui orang. Hampir seluruh bank menyediakan KPR non-subsidi ini. Syarat dan bunga tiap bank pun berbeda-beda sesuai kebijakan bank yang bersangkutan. Suku bunga yang dikenakan akan berdasarkan BI Rate. Jika menunggak atau terlambat, bank akan mengenakan denda yang besar. Untuk tenor cicilan, mulai dari 5-25 tahun.

2. KPR bersubsidi. KPR jenis ini merupakan fasilitas dari pemerintah yang disalurkan lewat bank. Suatu kredit yang diperuntukan bagi masyarakat yang berpenghasilan menengah ke bawah dan belum punya rumah. KPR ini memiliki harga, uang muka dan bunga yang lebih rendah dari KPR konvensional. Tipe rumah yang dibiayaipun maksimal tipe 36. Lokasi rumah pun biasanya terpencil dengan akses yang cukup sulit.

3. KPR syariah. KPR ini kini banyak diminati berkat prinsip jual-beli (murabahah). Artinya, bank akan membayarkan lunas rumah yang kamu ingin, dan kamu tinggal mencicilnya hingga 15 tahun. Jumlah cicilannya pun tetap karena KPR syariah tak mengenal bunga. Meski begitu, harga rumah yang harus kamu bayar sudah ditambah keuntungan untuk bank. Tentu ini tepat untukmu yang takut naik-turunnya bunga. Sebagai ilustrasi, sebuah rumah dibeli dengan harga Rp. 100 juta untuk jangka waktu 5 tahun. Misalnya bank syariah mengambil keuntungan sebesar 50juta sehingga harga jual rumah kepada nasabah ditetapkan sebesar 150juta. Dengan demikian, angsuran yang harus dibayar nasabah per bulan adalah Rp. 150 juta dibagi 60 bulan atau kira2 Rp. 2,5 juta perbulan.  

4. KPR pembelian. Bank akan meminjamkan uang untuk membeli rumah. Kemudian, rumah tersebut atau propertimu yang lain bisa dijadikan agunan.

5. KPR refinancing. Meski sebenarnya bukan jenis pembiayaan untuk membeli rumah dan lebih termasuk dalam pinjaman pribadi.Sebagai jaminannya, kamu bisa menggunakan surat tanah untuk menjadi jaminannya.

6. KPR Take Over. Meski tak banyak bank menawarkannya. Ada beberapa bank yang menawarkan fasilitas untuk memindahkan KPR ke bank lain dengan keuntungan tambahan batas pinjaman.KPR jenis ini sebenarnya merupakan persaingan antar bank guna mendapat konsumen baru.

7. KPR Angsuran Berjenjang. KPR ini menawarkan pinjaman untuk pembelian rumah dengan keringanan berupa penundaan pembayaran sebagian angsuran pokok hingga tahun ketiga masa pinjaman.

8. KPR Duo. Meski sangat jarang bank menawarkannya, KPR jenis ini memberi fasilitas untuk membeli rumah atau apartemen atau ruko sekaligus kendaraan

Berikut dijelaskan berbagai jenis keperluan yang dapat dibiayai melalui KPR bank.

1. Pembelian melalui pengembang

Jika Anda melakukan pembelian rumah melalui developer( pengembang) yang terdiri dari rumah ready stock (sudah jadi) atau indent (memesan terlebih dahulu untuk dibangun sesuai dengan peta kaveling yang ditawarkan oleh pengembang), sebaiknya perhatikan hal-hal berikut ini:

  • Lokasinya baik untuk bermukim, lingkungannya sehat,nyaman dan bebas banjir
  • Akses ke tempat kerja lancar dan tidak terlalu jauh 
  • Akses mudah dan cepat ke pusat perbelanjaan seperti pasar dan mal, sekolah anak, rumah sakit, klinik dokter, dan sarana serta prasarana ibadah.
  • Untuk ruko dan rukun, ada baiknya berada ditengah-tengah bisnis atau ekonomi. Pemilihan tempat ini juga menjadi pertimbangan bank untuk menyetujui pengajuan KPR Anda untuk tempat usaha.
  • Reputasi pengembang harus baik. Pengalaman penyelesaian KPR indent yang tepat waktu pada tahap atau proyek sebelumnya dapat dijadikan indikator penilaian sehingga proses pembangunan selanjutnya diharapkan sesuai rencana. Sementara itu , cek juga kejelasan status tanah milik pengembang dan telah menjalin kerja sama dengan pihak bank.

Jika Anda ingin membeli rumah dari pengembang yang belum bekerja sama dengan bank pilihan, perhatikan hal-hal berikut:

  • Pastikan status tanah dan izin pembangunan perumahan yang dimiliki oleh pengembang untuk meminimalisasi masalah dikemudian hari.
  • Buatlah AJB (Akta Jual Beli) sekaligus Akad kredit dengan bank di hadapan notaris.
  • Lakukan pemecahan sertifikat (SHM/SHGB) induk milik pengembang ke atas nama Anda sebagai pembeli rumah.
  • Pada saat akan melunasi KPR sebelum jatuh tempo, pastikan sertifikatnya dapat langsung diterima.

 

2. Pembelian Rumah Bekas

Jika Anda berminat membeli rumah bekas, selain memperhatikan tingkat kenyamanan dan lokasi yang strategis, sebaiknya perhatikan pula hal-hal yang berikut ini.

  • SHM (Status Hak Milik) dan SHGB (Status Hak Guna Bangunan) . Jika sertifikat masih SHGB, Anda perlu memperhatikan jangka waktunya, masih lama atau tidak. Namun, karena SHGB tersebut menjadi agunan di bank, pihak bank akan memperpanjangnya dengan biaya menjadi beban atau tanggungan nasabah. Jika ingin sertifikat langsung ditingkatkan dari HGB menjadi SHM, akan dikenakan biaya peningkatan hak.
  • Semua sertifikat asli, IMB lengkap, dan ada bukti pembayaran PBB 10 tahun terakhir. Untuk kepentingan pengajuan KPR, pihak bank biasanya akan meminta surat penawaran dari penjual mengenai harga jual rumah tersebut. Perihal proses AJB(Akta Jual Beli), kepengurusan balik nama sertifikat dan peningkatan agunan dilakukan oleh notaris rekanan bank sehingga nasabah tinggal menyediakan dana untuk keperluan yang dimaksud.

 

 

]