Tips ketika Sertifikat Tanah Hilang atau Rusak

06-06-16 | Sertifikat Properti

Sertifikat adalah bukti kepemilikan yang sah atas sebidang bangunan di atas tanah dengan luas tertentu. Sertifikat menjadi hal terpenting bagi legalitas rumah tersebut karena dari situlah dapat diketahui riwayat rumah tersebut. Oleh karena itu orang pasti akan menyimpan sertifikat rumahnya di tempat yang paling aman agar tidak hilang atau rusak. Namun, namanya manusia pasti ada lalai atau cerobohnya sehingga bukti kepemilikan rumah dapat hilang atau rusak.

Sebenarnya sertifikat asli yang kita pegang sebagai bukti kepemilikan rumah adalah salinan dari buku tanah yang ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Jadi, tidak usah terlalu pusing karena Anda dapat mengurusnya dan mendapatkan sertifikat rumah pengganti. Segeralah melapor ke BPN jika Anda mengetahui sertifikat tanah Anda hilang atau rusak. Jangan menunggu terlalu lama karena apabila sertifikat tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, maka masalahnya akan semakin ribet. Lalu bagaimana prosedur penggantiannya?

Datanglah ke kantor BPN dengan membawa sejumlah dokumen sebagai berikut :

  • Surat laporan kehilangan sertifikat dari kantor kepolisian setempat (polsek atau polres).
  • Fotokopi sertifikat yang hilang (Jadi kita harus memiliki beberapa salinan sertifikat. Jangan sampai tidak punya satu pun).
  • Surat keterangan dari lurah yang menyatakan bahwa memang benar ada rumah di atas sebidang tanah yang tertera dalam fotokopi sertifikat tersebut dan berlokasi di kelurahan itu.
  • Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam surat kabar sebanyak 2 x 2 bulan (Artinya harus ada usaha untuk menemukan sertifikat rumah yang hilang sebelum melapor)
  • Bukti pengumuman sertifikat hilang dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia sebanyak 2 x 2 bulan.
  • Bukti kewarganegaraan RI yang telah dilegalisasi.
  • KTP pemohon yang telah dilegalisasi.
  • Bukti pembayaran lunas PBB tahun terakhir (Jadilah warna negara yang taat bayar pajak).

Serahkanlah dokumen tersebut kepada pihak BPN. Jika dirasa sudah lengkap, biasanya pihak BPN akan melakukan pengukuran ulang terhadap properti untuk memastikan apakah sesuai dengan salinan sertifikat yang di lampirkan. Jika tidak ada pihak-pihak yang melakukan klaim dan semacamnya maka proses penerbitan sertifikat dilanjutkan. Sertifikat Anda akan siap dalam kurun waktu 3 sampai 4 bulan lamanya. 

]